Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Karir Anda

Meraih sukses dalam karir tidak cukup hanya dengan berdiam diri menunggu datangnya keberuntungan dan mukjizat. Usaha dan kerja keras juga diperlukan.

Namun yang tak kalah sulit dan tak kalah penting adalah menjaga karir yang telah Anda raih. Jangan sampai jenjang karir yang Anda lewati runtuh dan tidak bertahan lama hanya karena hal-hal yang sepele, termasuk kebiasaan buruk yang sebenarnya mudah dihindari.

Suka Membuang Waktu
Saat berada di kantor, tinggalkan semua urusan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Jangan sampai waktu bekerja hanya habis untuk merencanakan hangout dan bergosip yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu adalah salah satu penunjang karir. Kalau Anda suka membuang waktu secara percuma, bukan hanya banyak proyek yang berisiko melanggar deadline, Anda juga jadi harus bekerja terburu-buru menjelang batas waktu. Akibatnya, hasil pekerjaan Anda tidak akan maksimal.

Selalu Menghindari Risiko
Dalam segala pekerjaan, selalu ada risiko yang harus dipertanggungjawabkan. Apalagi jika posisi Anda adalah team leader yang harus selalu mengambil keputusan. Jangan selalu mencari posisi aman atau mencari kambing hitam. Ada saatnya Anda harus memberanikan diri mengambil calculated risk demi kemajuan karir dan perusahaan. Dalam pekerjaan, ada yang namanya manajemen risiko. Risiko memang tidak bisa dihindari, tetapi kalau Anda sudah memperhitungkan dan bisa mengelolanya, hasilnya pasti akan sepadan.

Hanya Berharap
Apa gunanya berharap kalau tak diiringi usaha? Misalnya Anda memiliki ide yang sangat cemerlang untuk perusahaan, namun tidak juga Anda jalankan, atau bahkan tidak Anda sampaikan ke atasan. Padahal Anda tahu kalau atasan tidak mungkin membaca pikiran Anda. Contoh lain adalah tipe karyawan yang setiap hari mengeluh karena tak pernah naik gaji. Padahal jika kinerja Anda begitu-begitu saja, bagaimana perusahaan akan memberikan penghargaan?

Mengeluh dan Mudah Menyerah
Anda merasa tak sanggup mengerjakan pekerjaan dan mengeluh terus-terusan kalau waktu yang diberikan terlalu pendek atau pekerjaannya terlalu berat. Padahal itu biasanya bukan karena Anda tidak mampu, melainkan hanya karena Anda malas atau merasa kurang suka dengan pekerjaan tersebut. Sifat mudah menyerah tidak akan membawa Anda ke mana-mana, kecuali ke di level karir yang di situ-situ saja. Atasan akan menganggap Anda tidak mampu berada di posisi yang lebih tinggi dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar.

Salah Kostum
Ada sebuah pepatah yang berbunyi, “Dress for the job you want, not the job you have”. Jika Anda memiliki target untuk menjadi pemimpin perusahaan, coba bayangkan saat ini Anda sudah ada di posisi tersebut. Bagaimana Anda akan berpakaian ke kantor? Apakah dengan jeans sobek-sobek dan t-shirt belel? Pakaian mencerminkan kepribadian dan juga apresisasi terhadap diri sendiri. Beberapa perusahaan dan industri memang mengizinkan karyawannya untuk berpakaian kasual dan santai. Namun bukan berarti Anda bisa berbusana sembarangan. Pastikan pakaian Anda selalu rapi, bersih, dan enak dilihat, meskipun bergaya kasual. Selalu bayangkan jika suatu hari Anda mendadak harus bertemu tokoh penting yang dapat menentukan masa depan karir. Pasti Anda tak mau memberi kesan pertama yang buruk hanya karena penampilan urakan, bukan?

Merasa Sebagai ‘Korban’
Setinggi apapun jabatan Anda di perusahaan, Anda tetaplah seorang karyawan yang menerima gaji dari atasan. Jadi kalau pimpinan melimpahkan pekerjaannya pada Anda, lebih baik kerjakan dengan baik. Bila Anda selalu merasa menjadi korban bos yang otoriter dan tidak pengertian, Anda malah akan membuang waktu dan energi untuk mengeluh. Padahal waktu dan energi yang sama bisa dipakai untuk mengerjakan tugas yang diberikan.

Takut Bicara
Berbicara di depan umum merupakan hal yang sangat penting. Apalagi bila Anda memiliki jabatan yang mengharuskan menyampaikan gagasan tim kerja di depan umum dan mampu berargumen dengan baik. Tumbuhkanlah kepercayaan diri Anda, namun berbicaralah dengan sopan dan profesional. Sehingga kolega dan juga atasan akan akan terkesan dengan Anda. Kalau Anda takut mengemukakan ide dan pendapat di depan umum, bagaimana Anda bisa mendapatkan karir yang lebih baik? Bahkan bisa-bisa Anda akan diturunkan ke level yang lebih rendah.

Selalu Terlambat
Profesional dan disiplin waktu adalah hal yang harus Anda miliki guna mempertahankan karir yang sudah Anda dapat. Jangan hanya karena masalah terlambat Anda kehilangan jabatan yang sudah lama diperjuangkan. Usahakan selalu tepat waktu ke kantor, tepat waktu menghadiri meeting, dan tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Disiplin waktu akan menunjang reputasi baik Anda di kantor. Ini juga menandakan Anda memiliki manajemen waktu yang baik dan sudah siap mengelola tim sendiri.

Di antara kebiasaan buruk di atas, mana yang paling sering Anda lakukan? Mulai saat ini, optimalkan kinerja Anda supaya menjadi lebih baik, terutama bagi diri Anda sendiri tentunya.

Sumber : Qerja
Editor : Admin


Kunjungi terus kami di karir.mercubuana.ac.id dan juga di sosial media lainnya
instagram.com/umbkariralumni
facebook.com/umbctc
facebook.com/umbcc
Untuk terus update info lowongan kerja dan artikel seputar karir.